PENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN SEBAGAI SPIRIT KEMAJUAN BANGSA

PENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN SEBAGAI SPIRIT KEMAJUAN BANGSA

Latar belakang menunjukkan bahwa Gereja dan juga Kekristenan adalah organisasi yang paling berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan pembelajaran modern. Protestantisme, sebagai contoh, memiliki kelebihan yang luar biasa di bidang pendidikan dan pembelajaran, baik di bidang gagasan / konsep (pendidikan dan pembelajaran untuk setiap orang dan institusi Minggu) dan juga kemajuan institusi, terutama perguruan tinggi Judi Online modern.

Denominasi Protestan sebenarnya berasal dari pendirian ratusan universitas terbaik di Amerika Serikat yang saat ini merupakan universitas paling efektif di dunia seperti Harvard, Princeton, Yale, MIT, Cornel, Columbia, Brown, Chicago, Rutgers, Caltech, Boston, USC, Syracuse, Vanderbilt, Duke, Ohio, dan seterusnya. Di Korea Selatan, Gereja Presbyterian memulai Universitas Yonsei yang saat ini merupakan salah satu dari 200 universitas terbaik di dunia.

PENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN SEBAGAI SPIRIT KEMAJUAN BANGSA

PENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN SEBAGAI SPIRIT KEMAJUAN BANGSA

Di Indonesia, Gereja juga menambahkan banyak dalam pengembangan pendidikan dan pembelajaran. BPK Penabur College, IPEKA, PSKD, Metodis, Pelita Harapan, Kalam Kudus, Petra, BOPKRI, Harapan Bangsa, Bina Bangsa, adalah perguruan tinggi latar belakang Protestan. Di tingkat perguruan tinggi, Gereja-gereja Protestan serta orang-orang Kristen mengembangkan UKI, UKSW, Universitas HKBP Nommensen, Inggris Petra, Inggris Maranatha, UKDW, UKRIDA, UPH, UKIT. UKIM, UKAW, UKIP, dll. Hari ini dimana Protestan menyebar ke sana, pendidikan dan pembelajaran berkembang.

Sebagai tim terbesar kedua dalam hal jumlah populasi, pertunangan serta pembayaran Gereja / Kristen Protestan di Indonesia masih belum maksimal dan pasti. Gereja HKBP yang memiliki gereja sekitar 4 juta orang, hanya memiliki 1 perguruan tinggi. Idealnya HKBP memiliki 33 universitas. GBI yang memiliki 2 juta orang tidak memiliki 1 perguruan tinggi. Keterlibatan Protestan dalam pendidikan dan pembelajaran tidak sampai 2% dari berbagai universitas yang ditawarkan. Berbagai perguruan tinggi Protestan di Indonesia saat ini hanya sekitar 5000an.

Oleh karena itu, Gereja harus meningkatkan pertunangan dan juga pembayaran kepada negara dan negara melalui pendidikan. Kebangkitan pendidikan Protestan merupakan solusi langsung dan prasyarat untuk menanggapi tantangan nyata bangsa-bangsa masa kini, masyarakat dan juga masalah gereja, sebagai bentuk tugas gereja, kewajiban, kontribusi dan juga keterlibatan nyata.

Pendidikan Agama Yang Baik

Keterlibatan Gereja dalam pendidikan adalah bidang pelayanan yang paling kritis, menarik dan terbuka untuk mengubah dan merekonstruksi negara. Saat ini pendidikan adalah salah satu bidang pelayanan yang paling siap panen, yang sangat luas, namun kesempatan ini belum maksimal dibuat oleh individu dan juga Gereja. Masih ada beberapa institusi Kristen dan juga Gereja yang sebenarnya tidak melek huruf, fokus dan semua fokus pada pembangunan serta memperkuat wilayah ini, yang hanya bersifat instruksional dan berkembang pesat, dilema, dan juga menimbulkan kebangkrutan yang terintimidasi.

Harus ada consientisasi dan pencerahan untuk memastikan bahwa Gereja dan individu-individu ‘terbangun’ serta terlibat dalam perbaikan negara dengan pendidikan. Untuk memastikan bahwa membangkitkan semangat dan juga masyarakat memajukan pendidikan dan pembelajaran di semua lini. Harus ada pendekatan, rancangan besar dan juga program yang harus dilakukan gereja untuk memperbarui dan mengkonsolidasikan kembali untuk memastikan bahwa gereja dapat menjadi “penyumbang utama dan terbesar” saat ini dan di masa depan.

Revitalisasi Pendidikan Protestan

Dalam sudut pandang kita ada 4 prioritas utama, visi dan strategi aktivitas┬áPENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN SEBAGAI SPIRIT KEMAJUAN BANGSA langsung yang harus dilakukan oleh individu dan juga Gereja dalam dekade ini sebagai “investasi finansial” dan juga “transformasi” dalam pendidikan dan pembelajaran:

Dalam beberapa tahun, Gereja sekaligus masyarakat perlu melakukan kuantifikasi dan juga perbanyakan di bidang pendidikan dan pembelajaran. Gereja harus meningkatkan pertunangannya dari sekitar 2% sampai 50%. HKBP, Methodis, Gereja Kristus, GKY, GKJ, GPM, GPIB, GKI, GKP, GBI, GMIM, GSJA, GRII serta berbagai 100 sinode besar lainnya selain ummah, masing-masing didorong untuk mengejar 100% pengembangan selama dekade ini. Di Amerika Serikat, setiap komite penting seperti Lutheran, Presbyterian, Baptis, Methodis memiliki setidaknya 50 universitas / universitas. Sebaiknya masing-masing panitia juga memiliki setidaknya satu universitas. Rentang institusi pendidikan harus besar. Misalnya, Yonsei University di Korea Selatan memiliki 37.000 siswa. Di Indonesia, tidak ada satu universitas Protestan yang memiliki 15.000 murid. Bandingkan dengan beberapa universitas Islam dengan lebih dari 20.000 siswa. Puji Tuhan, Pak Mochtar Riady pasti akan segera mengembangkan 1000 institusi di seluruh Indonesia.

Banyak STT Protestan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk didirikan atau dimasukkan langsung ke universitas. Gereja Protestan harus mengubah cara berpikir dan kecenderungan mengembangkan STT tepat ke dalam pola pikir mendirikan universitas.

Selain itu, kerangka pertumbuhan pikiran / keselarasan gereja harus diubah PENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN SEBAGAI SPIRIT KEMAJUAN BANGSA menjadi kegiatan kemajuan institusi baru.
Institusi pendidikan Protestan harus berorientasi pada kualitas dan juga kualitas terbaik. BPK Penabur College telah memberikan gagasan dan juga teladan bagi pendidikan dan pembelajaran di Indonesia, di mana sekolah-sekolah ini adalah sekolah yang paling efektif untuk murid pemenang medali Olimpiade di seluruh dunia.

Umat Beragama Kristen

Yonsei College yang memiliki 220 HA university di Korea Selatan adalah satu dari 3 perguruan tinggi terbaik. UPH, UKI, UKSW, Petra, Maranatha, Nommensen dll harus menjadi yang terbaik dari perguruan tinggi terbaik di Indonesia. 1 dan juga 2 tahun ke depan, setidaknya ada 10 perguruan tinggi Protestan di Indonesia yang masuk dalam 100 terkemuka di dunia.

Institusi Pendidikan Protestan perlu mencari dana abadi yang bagus untuk berorientasi pada layanan dan juga sosial (menjadi organisasi nirlaba). Gereja harus mengejar pendidikan dan pembelajaran murah dan murah serta menyediakan banyak beasiswa.

Oleh karena itu, Gereja harus membangun dirinya menjadi organisasi yang kuat, melimpah, kreatif dan mutakhir.
Jika gereja dan juga orang-orang mencari 4 poin ini, maka Pendidikan dan Pembelajaran Kristen Protestan di Indonesia pasti akan menjadi semangat kebangkitan dan pembangunan bangsa, disertai dengan sumber motivasi, harapan, berkat dan juga jembatan PENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN SEBAGAI SPIRIT KEMAJUAN BANGSA emas untuk mencapai layak untuk bangsa Indonesia.

Budaya dan negara benar-benar akan benar-benar merasakan kontribusi dan keterlibatan gereja di bidang pendidikan dan pembelajaran, untuk memastikan hal itu pasti akan membangkitkan apresiasi, perspektif persetujuan dan juga memperhatikan kekristenan; dan akan memberitakan nama Tuhan.