Keuskupan Ruteng diminta untuk mengembalikan pinjaman gereja sebesar Rp1,6 miliar

Keuskupan Ruteng diminta untuk mengembalikan pinjaman gereja sebesar Rp1,6 miliar

Keuskupan Ruteng diminta untuk mengembalikan pinjaman gereja sebesar Rp1,6 miliar

Tuntutan itu muncul meskipun Paus Fransiskus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma telah menyetujui pengunduran Hubertus dari tempat kerja uskup yang diliput oleh situs http://siletnaga.com.

Komitmen pengembalian dana gereja dibuat oleh Pastor Robert Pelita, yang mengingat bahwa bulan Juni lalu dengan 68 imam lainnya telah mendesak Hubertus untuk mengundurkan diri.

Robert mendasarkan deklarasinya pada deklarasi penggambaran dari Vatikan yang datang ke Ruteng minggu ini.

“Ada penegasan dari agen Vatikan bahwa konsep itu perlu dikembalikan,” kata Robert, yang merupakan wakil dari Keuskupan Ruteng di Labuan Bajo, kepada BBC Indonesia.

Namun, kata Robert, utusan Vatikan itu tidak memberikan imbalan pengembalian dana kepada Hubertus. “Hanya divalidasi bahwa pinjaman harus dikembalikan, untuk berapa lama,” katanya.

Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Ignatius Suharyo, enggan menawarkan situasi di balik pengunduran diri Hubertus. Dia juga mengaku tidak mengetahui tindak lanjut dari Vatikan mengenai dugaan penyalahgunaan dana oleh Hubertus.

Keuskupan Ruteng diminta untuk mengembalikan pinjaman gereja sebesar Rp1,6 miliar

“Ini adalah urusan rahasia di antara pimpinan tertinggi Gereja Katolik Roma dan juga yang mereka kirimkan untuk memvalidasi situasi, yang kami, kami tidak tahu,” kata Ignatius.

Ketika informasi ini terungkap, BBC Indonesia telah berulang kali berbicara dengan Hubertus sebagai upaya konfirmasi namun tidak mengambil telepon yang terhubung.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Kepolisian Nusa Tenggara Timur, Kombes Julies Abraham Abast, mengklaim bahwa agensinya sebenarnya belum mendapatkan keluhan terkait dugaan penyalahgunaan dana gereja.

Sebelum Keuskupan Ruteng melaporkan klaim itu, Julie mengklaim, polisi menganggap masalah itu batal dan juga merupakan peristiwa batin gereja.

“Sejauh ini sebenarnya tidak ada indikator tindakan kriminal serta keuskupan tidak melaporkan kepada kami,” katanya.

‘Kerusuhan Rakyat’

Ayah Robert Pelita mengatakan kepedulian Hubertus mengambil dana gereja yang tidak berlisensi telah benar-benar tumbuh mengingat bahwa 2014 setelah tim pendeta dan individu percaya Hubertus mengambil Rp1,25 miliar dari dana umum KWI dan juga sekitar 425 juta dari uang Keuskupan Ruteng.

“Keuskupan benar-benar memiliki hukum untuk menangani dana, sampai sekarang, itu di seluruh Monsignor Hubertus,” klaim Robert.

Hubertus, Robert menyatakan, sebenarnya sudah mewakili nominal yang kehilangan uang untuk Dewan Imam dan Dewan Konsul. Dalam forum itu, Hubertus mengaku menggunakan uang itu untuk membiayai pendidikan dan pembelajaran remaja ke akademi perjalanan udara di Amerika Serikat.

Skandal Seorang Pendeta Katolik

“Tapi nama anak itu, keluarga anak muda, dan perguruan tinggi memanggilnya dengan inisialnya, dia mengklaim anak itu berasal dari keluarga yang buruk,” kata Robert.

“Apakah pengakuan itu benar, masih diragukan, ketidakpastian yang melahirkan pernyataan tentang dia yang memanfaatkan inisial.”

Selain itu, Robert benar-benar berharap pengunduran diri Hubertus tidak mengaktivasi gejolak baru di antara para pendeta dan juga komunitas Katolik di daerah itu.

Sekretaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Romo Munfred Huber, menyebut pendiriannya untuk mengadakan pertemuan dengan para imam di lokasi pada 20 Oktober. Dia mengatakan, pendeta memegang tugas penting untuk menjaga hubungan baik antara umat Katolik di Ruteng.

“Para pendeta diminta untuk menenangkan orang-orang serta liga asuh untuk memastikan bahwa semua akan tetap bersatu, semua pasti akan mendekati para imam,” kata Munfred.

Pada saat yang sama, kepala Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia cabang Ruteng, Upartus Agat, meminta keuskupan untuk menjernihkan berbagai isu negatif yang menyertai pengunduran diri Hubertus.

“Keputusan uskup┬áKeuskupan Ruteng diminta untuk mengembalikan pinjaman gereja sebesar Rp1,6 miliar didukung untuk meningkatkan opini yang berkembang bahwa dia menggelapkan dari hari yang lain, sejak rilis informasi pengunduran diri, belum ada konfirmasi tentang hal itu,” kata Upartus.